Senin, 23 Maret 2015

Ekspres Breakfast for Kaka




Buka kulkas, masih ada macaroni rebus, campuran telur-susu-garem bekas ngoles roti kemaren, mari kita karyakan daripada mubazir yaa..

Si campuran telur ditambahin telur 1 lagi, susu cair, keju parut, merica, oregano, sosis, aduk2, cemplungin makaroninya, aduk2 lagi. Kali ini saya pake cetakan muffin untuk memanggang si macaroni. Tuang adonan ke dalam cetakan muffin, karena judulnya dadakan, adonan ngga begitu banyak, jadi cetakan yang terisi pun hanya beberapa, tapi ngga masalah. Setelah dituang, taburi dengan keju parut dan beri oregano lagi sedikit. Panggang dengan oven suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 20 menit. Saya menggunakan api bawah, tapi kemudian ditambah dengan api atas sebentar karena kurang garing atasnya.
Voila, dalam waktu kurang lebih setengah jam, macaroni ini pun selesai dan bisa dinikmati..yummyy! 

Pada saat makan, terjadi pembicaraan serius antara saya dan si Kaka..

“Mommy, kenapa sih manyun aja?”
“Habis Kaka makannya susah sih..mommy kan jadi sedih udah bikinin sarapan buat Kaka”
“Mommy jangan manyun aja ya, aku kan sayang sama mommy..” lalu si Kaka melihat kearah kaki saya dan bilang lagi, “Tuh liat, kaki mommy uda keriput, jangan manyun aja ya…”
gubrakk!! Ngga jadi manyun deh.. 

Kamis, 19 Maret 2015

Macaroni Schotel 250




Masih dalam rangka ulang tahunnya si Ayah…

Macaroni schotel aka macschot ini adalah salah satu makanan andalan di rumah, bahannya (hampir) selalu ada, gampang bikinnya, rasanya ngga pernah gagal2 amat, daaann si Kaka suka (ini yang paling penting – balada anak suka susah makan).

Selama ini kalo bikin macschot, ngga pernah pake takeran, cemplang cemplung aja, walhasil rasanya ngga pernah sama persis, tapi tetep enak kok…
Nah kemaren iseng2 mau coba pake takeran dengan angka 250 di atas, maksudnya semuanya mau serba 250, tapi ternyata tidak bisaaaaaa…
Salah satu tips supaya si macschot ini cepet jadi adalah membuat tumisan daging beberapa hari sebelumnya. Tumisan ini bisa disimpan di kulkas atau di freezer untuk daya tahan yang lebih lama. Tumisan daging ini juga bisa dipakai sebagai teman untuk menyantap pasta, lumayan bisa dibilang fast food dengan gizi yang cukup. Oya, macschot ini juga menggunakan saus tomat yang saya buat dari tomat asli, tanpa tambahan saus tomat botolan ataupun pasta tomat.

Hummm jadi ada 3 resep dalam 1 hidangan ini, resep tumisan daging, resep saus tomat dan resep si macschot ini sendiri. Masing-masing resep bisa dibuat terpisah untuk kemudian disimpan, diolah menjadi macschot ataupun disantap begitu saja.

Macaroni Schotel
Bahan:
  • 250 gr daging cincang
  • 250 gr keju -> 200 gr untuk campuran, 50 gr untuk taburan
  • 2 buah telur ukuran sedang -> kocok lepas
  •  400 ml susu cair tawar
  •  4 buah tomat ukuran besar berwarna merah
  •  2 siung bawang putih, cincang halus
  • 1 siung bawang bombay, cincang kasar (bisa dimasak bersama daging atau dimasukkan sesaat sebelum proses pemanggangan)
  • 1 sdm minyak goreng
  • garam
  • merica
  • gula
  • oregano
  • air secukupnya

Proses:
  1. Saus tomat : rebus air hingga mendidih, masukkan tomat, pastikan terendam semua, cukup rebus selama 30 detik, angkat dan langsung rendam ke air es atau air keran yang mengalir. Setelah dingin, kupas kulit tomat dan cincang, bisa kasar atau halus sesuai selera. Selengkapnya untuk membuat saus tomat bisa dilihat disini (http://veggiewayindonesia.blogspot.com/2015/02/veggies-recipe-soun-dalam-sarden-saus.html)
  2. Rebus air hingga mendidih, masukkan garam, minyak goreng dan macaroni. Masak selama kurang lebih 5-10 menit, angkat dan tiriskan airnya.
  3. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum, masukkan daging, masak hingga berubah warna.
  4. Masukkan saus tomat, garam, gula, merica, oregano, aduk-aduk, kecilkan api. Masak daging hingga tingkat kekentalan yang diinginkan (saya suka tekstur yang masih cukup banyak kuahnya, tapi juga tidak basah banget). Jangan lupa dirasakan ya, sesuaikan rasa dengan selera masing-masing.
  5. Sambil menunggu daging matang, nyalakan oven dan panaskan selama kurang lebih 10 menit, dengan suhu 180 derajat celcius.
  6. Di wadah terpisah, satukan semua bahan, macaroni yang sudah direbus, tumisan daging, susu cair, telur dan keju. Aduk-aduk sampai semua tercampur, tuang ke loyang/pinggan tahan panas, ratakan dan beri parutan keju di atasnya. Bila suka bisa ditambahkan sedikit oregano bubuk juga.
  7. Panggang macaroni selama kurang lebih 30 menit dengan suhu 180 derajat celcius.

Catatan:
Takaran di atas bisa dimodifikasi sesuka hati ya, kembali lagi ke selera masing-masing. Jika suka keju maka takaran kejunya bisa ditambah, jika suka macschot dengan tekstur lembut, susu cairnya bisa dilebihkan, daging cincangnya bisa diganti dengan ayam atau tuna. Tidak usah takut berkreasi dan mencoba-coba ya…dari pengalaman saya, resep macschot ini tipis sekali kemungkinan gagalnya hehehe…have fun!

Happy Birthday Ayah


Kaka sekolah, Adik bubu..mari menulisss...

Bulan Februari kemarin, Ayah ulang tahun, berhubung lagi seneng uplek2 di dapur, semangatlah buat bikin kue sendiri, ngga lupa ajak si Kaka biar tambah seru.."nanti aku yang pecahin telor nya ya mamii"

Browsing2 resep, nemu resep RVC dari blog nya mba Hesty, yg sepertinya cukup gampang karena ngga pake mikser, tinggal campur2 dan uplek2..cuma agak ripuh waktu nyiapin bahannya karena lumayan banyak juga, tapi abis itu bener tinggal dicemplung2, kocok2 pake balloon whisker, tuang ke loyang dan masukkin ke oven deh..
taraaaa jadilah si RVC yang lebih tepat disebut CVC karena warnanya lebih ke coklat..huhuhu..tapi tekstur nya lembuut, rasanya mantapp, overall cukup puas dengan eksperimen kali ini.

Untuk resepnya bisa dilihat disini ya (http://hesti-myworkofart.blogspot.com/2013/02/red-velvet-cake.html), saya cuma bikin 1/2 resep dan pake buttercream aja karena itu yang lagi ada di rumah.
Have fun!

Kaka's story

Suatu siang ketika Mommy dan Kaka lagi naik motor...pas lewat pangkalan ojek, si Kaka komen,
"Mommy, tukang ojeknya tadi melototin aku..."
"Oh ya? Kenapa dia melototin Kaka?"
"Soalnya aku lucu..."
wakwaawwww...

Hijrah

Sepertinya..akhirnya..memutuskan hijrah dari wordpress..si blogpost lebih user friendly tampaknya..mari mari...

Koneksi dodol

Bagaimana oh bagaimana mau update blog kalo koneksinya selalu dodol duel begini..ihik ihik..

Selasa, 10 Maret 2015

Blog baru (lagi)

daaaannnn ini adalah blog ke 4 akyu (setelah yang ketiga bikin di wordpress dan bingung) *krik krik krik...